Saturday, October 31, 2015

Cara Membuat Catatan Kaki (foot note) dan Daftar pustaka (bibliografi) dengan Benar

Membuat Catatan Kaki dan Daftar pustaka

Pada Artikel ini saya akan menjelaskan cara membuat catatan kaki dan daftar pustaka yang baik dan benar.

       Catatan kaki

        Adalah Catatan pendek berisi keterangan tambahan atas bagian tertentu dari teks karangan yang ditempatkan pada bagian bawah atau kaki halaman.

Catatan kaki berisi referensi yang terdiri atas unsur:
  1. Nama pengarang
  2. Judul referensi
  3. Tempat dan tahun terbit
  4. Nomor halaman yang dikutip

Fungsi catatan kaki
Sebagai sarana pembuktian kutipan
Sebagai sarana menyampaikan keterangan tambahan.
Sebagai pengakuan dan penghargaan hak cipta penulis lain.
Sebagai sarana penyedia rujukan bagi bagian lain dari teks.

Istilah-istilah dalam penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut
1.ibid, singkatan dari ibidem yang berarti ’di tempat yang sama dan belum diselingi dengan kutipan lain’.
2.op.cit., singkatan dari opere citato, artinya ’dalam karangan yang telah disebut dan diselingi dengan sumber lain.
3.loc.cit, singkatan dari loco citato, artinya ’di tempat yang telah disebut dan diselingi oleh sumber lain’. Loc. cit digunakan untuk referensi yang berbentuk majalah, harian, atau ensiklopedia.

contoh penggunaan Ibid., Op. Cit., dan Loc. Cit.
1 Arthur Asa Berger, Media Analysis Techniques,terj.SetioBudi (Yogyakarta: PenerbitanUniversitasAtmaJaya, 2000), hal. 45.
2 Ibid.
3 Ibid., hal. 55.
4Dedy N. Hidayat, "Paradigma dan PerkembanganPenelitianKomunikasi," JurnalIkatanSarjanaKomunikasi Indonesia,  No. 2 (Oktober, 1998), hal. 25-26.
5Ibid.,hal. 28.
6  ArthurAsa Berger, Op.Cit., hal. 70.
7Hubert L. Dreyfus, Paul Rabinow, Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press, 1982), hal. 72 - 76.
8 Francis Fukuyama, “Benturan Islam danModernitas,” Koran Tempo, 22 November, 2001, hal. 45.

ibid digunakan untuk mengganti informasi yang sama,contohnya jika nama pengarang sama maka pada baris selanjutnya digunakan ibid 

opcit digunakan untuk menganti informasi yang telah ditulis misalnya sumber buku"paradigma dan perkembangan penelitian komunikasi"maka baris selanjutnya ditulis op.cit disertai halamannya
Contoh 1 :
  Novel berasal dari bahasa latin novellus  yang berarti baru. Novel merupakan bentuk karya sastra yang lahirnya belakangan jika dibandingkan dengan bentuk karya sastra lainnya, seperti puisi, drama, dan sebagainya. Novel merupakan bentuk karya sastra yang menceritakan kehidupan tokoh-tokoh yang terdapat di dalamnya.
  H.B. Yassin tentang pengertian novel menyatakan bahwa 1) ”Novel merupakan karya sastra yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dari kehidupan manusia, yang isinya lebih besar daripada cerita pendek dan lebih terbatas daripada roman.” 2) ”Cerpen adalah cerita fiksi yang habis dibaca dalam sekali duduk”.Jika dilihat dari wujudnya, isi cerita novel biasanya terkonsentrasi pada kehidupan dalam suatu saat, dalam suatu krisis yang menentukan.
_______________________________
       1) H.B. Yassin, Tifa Penyair dan Daerahnya, (Jakarta: Gunung Agung, 1985), hlm. 78.

       2) Ibid., hlm. 15. (berarti dikutip dari buku di atas)

Contoh 2 :
Dari segi kandungan realitas kehidupan yang diceritakan, novel biasanya memiliki realitas yang jauh lebih mendalam, yang di dalamnya juga terdapat pemaparan aspek psikologi yang kuat. Rene Wellek dan waren Austin menyatakan bahwa 3) ”novel lebih mengacu kepada realitas kehidupan yang lebih tinggi dan unsur psikologi yang lebih mendalam.”
  Aspek-aspek kemanusiaan yang disajikan dalam karya novel bersifat mendalam dengan penyajian yang halus. Hal ini karena gaya penceritaan dalam novel lebih terkonsentrasi pada kehidupan sesaat dari tokoh yang diceritakan dalam kurun waktu tertentu. 4) ”Novel merupakan karya fiksi yang mengungkapkan aspek kemanusiaan yang mendalam dan disajikan secara halus yang memberikan konsentrasi kehidupan yang lebih tegas dan terpusat.”
_______________________
3)  Rene Wellek dan waren Austin, Teori Kesusastraan, (Jakarta: Gunung Agung, 1980),   hlm. 50
4) H.B. Yassin,op.cit. hlm. 32. 

Daftar pustaka
daftar yang memuat bahan-bahan referensi yang digunakan dalam menyusun karya tulis.Daftar pustaka menunjuk referensi secara umum tanpa menyebutkan nomor halaman bagian yang dikutip dan siurutkan secara alfabetis.

Penulisan daftar pustaka dapat bermacam-macam tergantung dari :

Cara menulis daftar pustaka ( ditulis oleh satu orang)
  1. Nama pengarang (dibalik). Tahun terbit. Judul referensi (cetak miring/garis bawahi). Kota terbit: penerbit.
  2. Judul buku: Setiap awal kata menggunakan hurut kapital. Kata hubung (dan, di, ke, dari, yang, dan lain-lain menggunakan huruf kecil)
  3. jika daftar perlu ditulis dibaris selanjutnya,kata harus ditulis menjorok ke dalam 

Contoh:
Nama asli : Rachmat Djoko Pradopo
Penulisan:
Pradopo, Rachmat Djoko. 1995. Pengkajian Puisi.   Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
! judul buku diatas menggunakan garis miring,garis bawah juga dapat digunakan dalam penulisan judul sastra 
Buku disusun oleh lembaga
Balai Pengembangan Fauna. 2005.
  Pemasaran Ikan Laut. Jakarta:   Erlangga.
Buku yang tidak ada nama pengarangnya
Bumi dan Laut Sahabat Bangsa . 2005.   
  Jakarta: Sinar Harapan.
Buku yang disusun oleh dua orang atau tiga orang
Contoh 2 orang
Nama: 1) Bagas Pratama
            2) T. Manurung
Pratama, Bagas dan T.   Manurung. 1998.   Surat Menyurat   Bisnis Modern.   Bandung: Pustaka   Setia
contoh 3 orang

Nama: 1)  Oliver
            2)  Robert T.
            3)  Rupert L. Cortright
Oliver, Robert T. and Rupert L.   Cortright. 1958. New   Training for                         EffectiveSpeech. New York   Henry Holt and Company.
Buku yang ditulis oleh lebih dari tiga pengarang (dkk, et.al.)
Suwandi, Slamet, dkk. 2000. Strategi   Pembelajaran Bahasa dan      Sastra Indonesia di Sekolah. Yogyakarta:   Universitas Sanata            Dharma.
Sebuah buku kumpulan bunga rampai atau antologi, ditulis nama editor (ed)
Gunawan, Thomas (ed). 2006. Kekayaan   Laut Jawa. Yogyakarta: Andi Offset. 
Buku terjemahan, nama asli ditulis pertama, nama penerjemah ditulis di belakang judul
Lee, Honeycutt. 2002. Pengawetan Ikan.      Terj. Ali Akbar. Semarang: Erlangga.
Penulisan dari artikel majalah atau koran

Arradon, Issabelee. 2014. “Aceh, Contoh          Penyelesaian Kejahatan Masa Lalu”.   Kompas, 10 Februari 2014
Referensi dari internet
Mariana, D. 2005. “Peningkatan Ekonomi”.
  http: \\www.pikiran-rakyat.com.  
  10 Mei 2012.
Contoh daftar pustaka
Akhadiah, Sabarti. 1991. Pembinaan Kemampuan   Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Aminuddin. 1987. Pengantar Apresiasi Karya Sastra.   Bandung: Sinar Baru.
BNSP (Badan Standar Nasional Pendidikan) 2006.   Standar Kompetensi Bahasa Indonesia untuk   SMA/MA. Jakarta.
Keraf, Gorys. 1984. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta:   Gramedia.
__________. 1984. Komposisi. Ende: Nusa Indah.

ok,sekian materi hari ini semoga bermanfaat,saya mohon maaf jika ada yang belum baik,jangan lupa komentar dan share! terima kasih

“The authority of those who teach is often an obstacle to those who want to learn.” 
 Marcus Tullius Cicero






Saturday, October 24, 2015

Menentukan unsur intrinsik dan ekstrinsik



   Unsur intrinsik


 1.  Watak tokoh

        Perwatakan tokoh adalah karakter atau sifat yang memengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku tokoh           dalam cerita.
    

Pengarang menggambarkan watak tokoh melalui:

1)    Penjelasan langsung dari pengarang (tertulis) bahwa tokohnya berwatak jujur,                  pemarah, sadis, dengki, licik, kikir, humoris, sombong, bijaksana, rapi, dan lain-lain.
     Misal: Intan namanya. Dia anak yang cantik, anggun, pintar, kaya, baik hati, dan ceria.        Dia anak yang sempurna, tapi hanya satu kekurangannya, yaitu tidak mempunyai tubuh        yang sehat. Sekarang dia duduk di kelas XI SMA.

2)    Dialog antartokoh: apa yang diucapkan tokoh dengan tokoh lain
     Misal: "Apa yang tidak Ibu berikan padamu? Ibu bekerja keras supaya bisa menyekolahkanmu.        Kau tak punya kewajiban apa-apa selain sekolah dan belajar. Ibu juga tak pernah melarangmu            melakukan apa saja yang kau sukai. Tapi, mestinya kamu ingat bahwa kewajiban utamamu adalah      belajar. Hargai sedikit jerih payah Ibu!" Di luar dugaannya anak itu menatapnya dengan berani.          "Ibu tak perlu susah payah menghidupi aku kalau Ibu keberatan. Aku bisa saja berhenti sekolah          dan tidak usah menjadi tanggungan Ibu lagi."

3)    Pikiran-pikiran tokoh: jalan pikiran tokoh
     Misal: Ia ingin menemui anak gadisnya itu tanpa ketakutan; ingin ia mendekapnya, mencium bau      keringatnya. Dalam pikirannya, cuma anak gadisnya yang masih mau menyambut dirinya. Dan            mungkin ibunya, seorang janda yang renta tubuhnya, masih berlapang dada menerima                          kepulangannya.

4)    Lingkungan kehidupan tokoh
     Misal: Desa Karangsaga, desa Tarjo dilahirnya tidak kebagian aliran listrik. Padahal, kampung-          kampung tetangganya sudah  terang semua. Desa Tarjo gelap gulita kalau malam hari.

5)    Penggambaran fisik tokoh
     Misal: Dara gadis yang berparas cantik. Tubuhnya tinggi semampai. Kulitnya putih bersih. Tak          hanya itu rambut panjangnya menambah keanggunannya. Tak heran ia terpilih menjadi salah satu      model majalah remaja.

6)    Penggambaran bahasa tokoh
     Misal: kata-katanya sering membuat merah orang yang mendengarnya. Teriakan                                  mengancam megitu mudah mengucur dari mulutnya sehingga sering membuat orang-                          orang yang baru mengenalnya menjadi takut. Logatnya memang tidak seperti orang-                            orang kebanyakan. Ia seperti orang dari daerah pedalaman.


       2 .Tema: 
               Pokok pikiran atau ide yang melandasi suatu cerita.

Contoh:
“Kami adalah bangsa yang bertakwa kepada Tuhan. Adalah keyakinan kami bahwa hak-hak yang diberikan kepada kami oleh Tuhan  harus kami bela, dan itu berarti kami agungkan ciptaan-Nya dan menyelamatkan amanat suci-Nya. Perjuangan ini adalah perjuangan untuk menegakkan kembali keadilan Tuhan yang telah dinodai dengan penjajahan, perbudakan, dan pemerasan. Inilah yang meneguhkan hati kami. Inilah sumber ketabahan kami,” kata Moertono.
Tema: keteguhan seorang pejuang.

                    3 .  Latar : 
                  segala keterangan yang berhubungan dengan waktu, tempat, dan suasana.

Contoh:
Pada pagi harinya semua orang sudah berkumpul dan bersiap mengerjakan apa yang sudah menjadi tugasnya. Sementara itu, kedua mempelai didandani secantik mungkin untuk disandingkan di pelaminan. Setelah semuanya selesai, acara segera dimulai. Para undangan pun berdatangan silih berganti. Suasana makin ramai setelah alunan gamelan mengiringi pesta tersebut.


     4.Sudut pandang: pusat pengisahan
          Sudut pandang pengisahan orang pertama dan orang ketiga

1)    Sudut pandang orang pertama (terbatas)
Ciri-ciri:
-       Menggunakan kata ganti orang pertama: aku, saya, kami
-       Pengarang tampil menyampaikan kisah yang dialami sendiri.
1.1.        Orang pertama sebagai pelaku utama
Pengarang terlibat langsung dalam menyampaikan kisahnya dan berperan sebagai tokoh atau pelaku utama: orang pertama mengisahkan dirinya sendiri.
Contoh:
Aku mulai mempersiapkan perkawinanku. Bahan kebaya mulai kupilih. Surat-surat pun sudah kuurus. Aku berharap semua akan berjalan secara lancar.
1.2      Orang pertama sebagai pengamat
Pengarang terlibat langsung dalam menyampaikan kisah yang melibatkan dirinya, tetapi bukan sebagai tokoh utama, melainkan hanya berperan sebagai pengamat langsung. Jadi, orang pertama mengisahkan tokoh lain.
Contoh:
Inilah terakhir kali kulihat Sersan Husni ketika muncul di rumah lepas isya dan lenyap tatkala langit gelap seperti karbon. Sudah tiga bulan tidak bertemu. Air mukanya lebih garang ketimbang semula. Mengingatkan aku kepada mandor tebu perkebunan Colomadu yang pernah mengusir kami sehingga berhamburan. Ibu tidak lupa akan nazarnya, potong ayam andaikata sersan selamat tidak kurang suatu apapun.
Berdasarkan cerita di atas:
Tokoh aku berperan sebagai penyampai kisah, sedangkan tokoh Husni berperan sebagai tokoh yang dikisahkan.

 2)    Sudut pandang orang ketiga
Ciri-ciri:
-       Menggunakan kata ganti orang ketiga: ia, dia, atau nama
-       Pengarang tidak tampil langsung dalam kisah, tetapi menghadirkan tokoh lain sebagai pengisah.
2.1       Orang ketiga serbatahu
            Pengarang berusaha melaporkan semua aspek dari suatu kisah. Ia melaporkan semua karakter, ruang, dan apa saja yang menarik perhatian dan sesuai dengan cerita.
            Contoh:
            Diperiksanya sekali lagi, lebih cermat, lebih teliti. Hasil pemeriksaan seperti tadi juga. Sehat. Heran, ajaib. Terpikir ia, jika ia pakai ilmu psikiatrinya, amat boleh jadi Kus ini sakit buat-buatan agarorang belas kasihan atau ada maksud tersembunyi. Perihal Kus, ia telah mengenalnya bertahun-tahun. Dahulu, Kus menjadi pelajar Sekolah Hakim Tinggi. Ia seorang yang lekas goncang pendiriannya, kurang teguh.
            Berdasarkan cerita, tokoh ia mengetahui segala hal tentang Kus.
2.2.      Orang ketiga terarah
            Pengarang tidak melaporkan semua aspek, tetapi memusatkan perhatian pada satu karakter yang berhubungan dengan cerita.
            Contoh:
            Suwarni beryanyi. Suaranya halus, tenang. Ia bernyanyi berirama mesra seorang ibu. Suwarni menidurkan anaknya, membelai si kecil di dadanya sehingga tangan yang kecil montok itu tak lagi bergerak-gerak. Suwarni melihat kepada anaknya. Ia tak bosan-bosannya memandango tubuh kecil itu.
            Berdasarkan cerita: pengisah memusatkan perhatian pada Suwarni.





            5 .   Alur (Jalan cerita)
        Jenis alur: maju, mundur, campuran

          Tahapan alur:
1)    Eksposisi: pengarang memperkenalkan latar dan tokoh cerita beserta karakternya
2)    Intrik : meuncul suatu masalah (konflik dimulai)
3)    Komplikasi : masalah kecil yang terus menanjak, semakin rumit
4)    Klimaks : puncak masalah
5)    Antiklimaks : penurunan ketegangan konflik (peleraian)
6)    Resolusi: akhir cerita






        6 . Konflik 
                Pertikaian atau pertentangan antara dua karakter tokoh yang berbeda)

           Jenis konflik:
1)    Konflik batin: pertentangan antara pelaku dengan dirinya sendiri.
2)    Konflik sesama pelaku: pertentangan antara pelaku dengan pelaku lain
3)    Konflik dengan alam atau lingkugannya: ketika pelaku cerita menghadapi dan mengatasi masalah yang disebabkan lingkungan atau alam.

           7 . Amanat  
                  Pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca. (Berupa saran)



         Unsur ekstrinsik

1)  Latar belakang pengarang: menyangkut asal daerah atau suku bangsa, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, agama, dan ideologi pengarang. Unsur-unsur ini sedikit banyak akan berpengaruh pada isi novelnya.
2)    Kondisi sosial budaya: novel yang dibuat pada saat zaman kolonial akan berbeda dengan novel pada zaman kemerdekaan, atau pada masa reformasi.
3)    Tempat atau kondisi alam: novel yang dikarang oleh pengarang yang tinggal di pantai berbeda dengan pengarang yang tinggal di daerah pegunungan.


Nilai-nilai:

1)    Nilai moral: nilai yang berhubungan dengan perbuatan baik atau buruk, etika, dan budi pekerti.
2)    Nilai sosial: nilai yang berhubungan dengan norma dalam kehidupan bermasyarakat, misa: suka menolong atau suka membantu.
3)    Nilai keagamaan: sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan ibadah, kepercayaan, atau unsur ketuhanan.


4)    Nilai budaya: sesuatu yang berhubungan dengan adat-istiadat atau kebiasaan yang bernilai tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.


Ok sekian post saya mengenai "Menentukan unsur intrinsik dan ekstrinsik" ini,semoga post saya dapat bermanfaat bagi semuanya,mohon maaf jika masih banyak kesalahan dan  jangan lupa beri komentar dan selamat belajar!!!
         
“Let us study things that are no more. It is necessary to understand them, if only to avoid them.”        Victor HugoLes Misérables